22 Desember 2011

Selamat Hari Ibu

Kepada ibu yang melahirkanku,
Maaf karena ku belum bisa mengukir bahagia di wajah teduh mu..
Maaf karena ku belum bisa menanam bangga di dalam hatimu..
Maaf untuk semua air mata yang kau tumpahkan karena ku..
Maaf karena ku belum bisa menghapus beban di tubuh lelahmu..
Doa ibu membuat doa ku lebih melangit...
Ridha ibu membuat impian ku lebih bersayap...
 Terima kasih untuk cinta dan doamu untukku...
Selamat Hari Ibu.
 
 

15 Desember 2011

Doa untuk suamiku…

Bismillahirrahmanirrahim…..

Dengan menyebut asmaMu ya Allah yang Maha Kasih dan Sayang…
Puji syukurku atas segala nikmatMu untuk ku…
Telah kau berikan aku satu pendamping hidup
Yang senantiasa setia menjaga dan melindungiku..
Berjalan sejajar denganku..
Yang dengan cinta dan sayangnya mampu menghapus segala lara…
Yang segala hidupnya diserahkan untuk menyayangiku….
Yang dengan cintanya padaMu mampu mengecup hatiku ketika ku berduka..

Ya Allah kumohon PadaMu…
Kini berilah ia kemudahan dalam melangkah..
Berjuang mencari keRidhoanMu…
Berjuang menjemput Rizky yang Kau takdirkan untuknya…
Berjuang untukku dengan cintanya padaMu….

Ya Allah Maha pengabul doa…
Terimalah berjuta doa dan harapku…
Balaslah segala keluhuran dan kesabarannya
Balaslah segala kebaikan juga amarahnya
Dengan CintaMu….

Ya Allah Sang Pemilik Hati….
Sampaikan berjuta sayangku untuknya…
Sampaikan sejuta cintaku padanya…
Dan sampaikan terima kasihku yang sangat untuknya…
Karena telah bersedia menyatu dalam satu rasa…
Dengan segala macam kunci surga yang kau Pilihkan untukku..

Ya Allah sampaikan salamku pada baginda Rasulullah…
Yang telah begitu banyak mengajarkan cinta dan kasih sayang…
Sungguh Engkau Maha Mengetahui segala isi hati…
Maka kabulkanlah doaku…..

Amin ya Rabbal ‘Alamin………

12 Desember 2011

Tidurlah lebih awal...

Tidurlah lebih awal wahai Mujahidku Ihban dan Haira
agar bisa bangun lebih awal …
sebab keberkahan ada di pagi hari,
dan Ummi khawatir kehilangan kesempatan
mendapatkan rizki Allah yang Maha Penyayang
disebabkan engkau begadang di malam hari,
sehingga tidak bisa bangun pagi !!!

26 Oktober 2011

Selamat Milad CIBAN CILA

Ya Allah. Anugerahkan kepadaku kelangsungan hidup anakku,
panjangkan usianya, sehatkan badannya, akhlaknya, agamanya, sejahterakan jiwa dan raganya, alirkan rezekinya melalui tanganku, anugerahkan kepadanya kecerdasan akal dan kebeningan hati.
Bantulah aku, mendidiknya, berbuat baik kepadanya dari sisiMu.
Jadikan anakku, mendekatiku, menyayangiku, mencintaiku.
Jadikan anakku, orang yang baik dan takwa,
yang punya pandangan dan pendengaran yang taat kepadaMu,
yang mencintai dan setia kepada kekasihMu, Muhammad.
Berikan semua itu dengan petunjuk dan rahmatMu,
berikan kepada kami apa yang terbaik di dunia dan akhirat.
Selamat milad ya mujahidku sayang…
Jadilah anak yang shalih dan shalihah..
Yang bermanfaat untuk dirimu dan banyak ummat…
Yang kelak juga bisa jadi penghuni surga…
Aamiin… :)

04 Mei 2009

Milad Pernikahan


Alhamdulillah … lima tahun sudah Abi dan Ummi saling berbagi kebahagiaan
Ini adalah takdir Alloh bukan akhir dari perjuangan,
melainkan awal dari perjuangan menuju ridho Alloh.

Ya … Allah kami mohon perkenan-Mu
Limpahkanlah kepada kami
cinta yang Kau jadikan pengikat rindu Rasululloh dan Khodijah Al-Qubro
yang Kau jadikan mata air kasih sayang Imam Ali dan Fatimah Az-Zahra
yang Kau jadikan penghias keluarga Nabi-Mu yang suci

Ya … Allah andai semua itu tak layak bagi kami,
maka cukupkanlah permohonan kami ini dengan Ridho-Mu
jadikanlah kami sebagai suami istri yang saling mencintai di kala dekat,
saling menjaga kehormatan di kala jauh, saling menghibur dikala duka,
saling mengingatkan dikala bahagia, saling mendo’akan kebaikan, ketakwaan
dan saling menyempurnakan dalam peribadatan

Insya Allah
Abi dan Ummi saling menyayangi dan mencintai karena -Nya
dan semoga ada dalam Mardhotillah dan Magfiroh-Nya
dan menjadikan perjalanan ini penuh berkah.

Do'a ku :
"Mudah-mudahan Allah selalu menjagamu, karena telah ikhlas mendampingiku" wassalam

Selamat Milad ke 5 Pernikahan kita

23 Desember 2008

Air Mata Cinta ...


Suatu ketika, ada seorang anak bertanya kepada ibunya. "Ibu, mengapa Ibu menangis?".
Ibunya menjawab, "Sebab, Ibu adalah seorang wanita, Nak".
"Aku tak mengerti" kata si anak lagi.
Ibunya hanya tersenyum dan memeluknya erat. "Nak, kamu memang tak akan pernah mengerti..."

Kemudian, anak itu bertanya pada ayahnya. "Ayah, mengapa Ibu menangis? Sepertinya Ibu menangis tanpa ada sebab yang jelas?"
Sang ayah menjawab, "Semua wanita memang menangis tanpa ada alasan". Hanya itu jawaban yang bisa diberikan ayahnya.

Lama kemudian, si anak itu tumbuh menjadi remaja dan tetap bertanya-tanya, mengapa wanita menangis.

Pada suatu malam, ia bermimpi dan bertanya kepada Tuhan. "Ya Allah, mengapa wanita mudah sekali menangis?"

Dalam mimpinya, Tuhan menjawab: "Saat Kuciptakan wanita, Aku membuatnya menjadi sangat utama.

Kuciptakan bahunya, agar mampu menahan seluruh beban dunia dan isinya, walaupun juga, bahu itu harus cukup nyaman dan lembut untuk menahan kepala bayi yang sedang tertidur.

Kuberikan wanita kekuatan untuk dapat melahirkan, dan mengeluarkan bayi dari rahimnya, walau, seringkali pula,ia kerap berulangkali menerima cerca dari anaknya itu.

Kuberikan keperkasaan, yang akan membuatnya tetap bertahan, pantang menyerah, saat semua orang sudah putus asa.

Kuberikan kesabaran, untuk merawat keluarganya, walau letih, walau sakit, walau lelah, tanpa berkeluh kesah.

Kuberikan perasaan peka dan kasih sayang, untuk mencintai semua anaknya, dalam kondisi apapun, dan dalam situasi apapun. Walau, tak jarang anak-anaknya itu melukai perasaannya, melukai hatinya.
Perasaan ini pula yang akan memberikan kehangatan pada bayi-bayi yang terkantuk menahan lelap. Sentuhan inilah yang akan memberikan kenyamanan saat didekap dengan lembut olehnya.

Kuberikan kekuatan untuk membimbing suaminya, melalui masa-masa sulit, dan menjadi pelindung baginya. Sebab, bukankah tulang rusuklah yang melindungi setiap hati dan jantung agar tak terkoyak?

Kuberikan kepadanya kebijaksanaan, dan kemampuan untuk memberikan pengertian dan menyadarkan, bahwa suami yang baik adalah yang tak pernah melukai istrinya. Walau, seringkali pula, kebijaksanaan itu akan menguji setiap kesetiaan yang diberikan kepada suami, agar tetap berdiri, sejajar, saling melengkapi, dan saling menyayangi.

Dan, akhirnya, Kuberikan ia air mata agar dapat mencurahkan perasaannya.
Inilah yang khusus Kuberikan kepada wanita, agar dapat digunakan kapanpun ia inginkan.

Hanya inilah kelemahan yang dimiliki wanita, walaupun sebenarnya, air mata ini adalah air mata kehidupan".

Maka, dekatkanlah diri kita pada sang Ibu kalau beliau masih hidup, karena di kakinyalah kita menemukan surga.

22 Desember 2008

Do you have a mean mom? (i do!)


Someday when my children are old enough to understand the logic that motivates a parent,
I will tell them, as my Mean Mom told me:
I loved you enough to ask where you were going, with whom, and what time you would be home.
I loved you enough to be silent and let you discover that your new best friend was a creep.
I loved you enough to stand over you for two hours while you cleaned your room, a job that should have taken 15 minutes.
I loved you enough to let you see anger, disappointment, and tears in my eyes.
Children must learn that their parents aren't perfect.
I loved you enough to let you assume the responsibility for your actions even when the penalties were so harsh they almost broke my heart.
But most of all, I loved you enough to say NO when I knew you would hate me for it.
Those were the most difficult battles of all. I'm glad I won them, because in the end you won, too.
And someday when your children are old enough to understand the logic that motivates parents, you will tell them.

Was your Mom mean? I know mine was.

We had the meanest mother in the whole world !
While other kids ate candy for breakfast, we had to have cereal, eggs, and toast.
When others had a Pepsi and a Twinkie for lunch, we had to eat sandwiches.
And you can guess our mother fixed us a dinner that was different from what other kids had, too.
Mother insisted on knowing where we were at all times.
You'd think we were convicts in a prison.
She had to know who our friends were, and what we were doing with them.
She insisted that if we said we would be gone for an hour, we would be gone for an hour or less.
We were ashamed to admit it, but she had the nerve to break the Child Labor Laws by making us work.
We had to wash the dishes, make the beds, learn to cook, vacuum the floor, do laundry, empty the trash and all sorts of cruel jobs. I think she would lie awake at night thinking of more things for us to do.
She always insisted on us telling the truth, the whole truth, and nothing but the truth.
By the time we were teenagers, she could read our minds and had eyes in the back of her head. Then, life was really tough!

Mother wouldn't let our friends just honk the horn when they drove up. They had to come up to the door so she could meet them. While everyone else could date when they were 12 or 13, we had to wait until we were 16.
Because of our mother we missed out on lots of things other kids experienced. None of us have ever been caught shoplifting, vandalizing other's property or ever arrested for any crime. It was all her fault.
Now that we have left home, we are all educated, honest adults.
We are doing our best to be mean parents just like Mom was.
I think that is what's wrong with the world today.
It just doesn't have enough mean moms!

Happy Mothers Day, Moms